Apa Yang Dicari Dalam Hidup?

Setiap orang pasti pernah bertanya apa yang dicari dalam hidup. Saya sendiri pernah bertanya demikian beberapa kali di dalam hidup saya yang sebentar ini. Bagaimana kita harus menyikapi kehidupan ini?

Mari kita memulai dengan menyadari siapa kita, siapa manusia itu.

 

Manusia

Banyak sekali definisi manusia itu apa. Saya tidak akan mempertentangkan antara ilmu pengetahuan dengan agama. Iman saya mengatakan manusia adalah ciptaan Tuhan. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Tidak dimaksudkan untuk menjadi individu tunggal yang tidak peduli kepada sesama manusia lain.

Untuk itu manusia harus berinteraksi dengan sesama manusia. Karena hal ini lah maka potensi untuk bekerja sama dan menjadi lebih baik meningkat dengan sangat tinggi.

maslow-hierarchy-of-needs-affiliate-indonesia

Hirarki Maslow

Untuk lebih mengerti manusia, saya akan menggunakan pendekatan yang dilakukan oleh Abraham Maslow. Teori yang dikembangkan Maslow sebenarnya paralel dengan teori-teori psikologi perkembangan manusia lainnya. Mengapa saya menggunakan teori Maslow? Karena saya lebih mengenal teorinya dibandingkan dengan yang lain. Hehehe…

Maslow mengusulkan bahwa manusia mempunyai KEBUTUHAN yang harus dipenuhi. Kebutuhan itu terbagi menjadi :

  • Kebutuhan fisiologi
  • Kebutuhan Keamanan
  • Kebutuhan Mencintai, Dicintai, dan Diterima (Belongingness)
  • Harga Diri
  • Aktualisasi Diri

 

Kebutuhan Fisiologi

Ini merupakan kebutuhan yang paling mendasar dari manusia. Manusia membutuhkan air, udara, dan makanan untuk bertahan hidup. Maslow juga memasukkan kebutuhan untuk menjaga angka kelahiran.

Pada dasarnya kebutuhan fisiologi adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya.

 

Kebutuhan Keamanan

Ini merupakan tingkatan yang lebih tinggi dari kebutuhan fisiologi. Pada waktu manusia masih hidup di dalam gua, mereka mencari keamanan dari binatang buas.

Tetapi di jaman sekarang keamanan bisa dibagi menjadi beberapa hal:

  • Keamanan diri. Manusia akan mencari tempat tinggal dan lingkungan yang aman bagi dirinya dan keluarganya. Tidak boleh ada bahaya yang mengancam fisik.
  • Keamanan finansial. Manusia tidak lagi berburu dan mengumpulkan buah dari hutan. Mereka bekerja dan berusaha untuk menghasilkan kecukupan finansial.
  • Kesehatan. Pada tingkat ini, manusia mulai memilih makanan yang jauh lebih sehat. Jika makan gorengan pada level fisiologi dianggap sudah cukup, level ini memilih makannan yang lebih bersih. Gerakan makan sayuran organik sudah mulai menjadi pilihan.
  • Jaring pengaman untuk kesehatan. Di sini terdapat asuransi. Manusia membutuhkan jaring pengaman ketika mereka sakit.

 

Kebutuhan Mencintai, Dicintai, dan Diterima (Belongingness)

Jika manusia sudah melewati dua level di atas, maka mereka akan mulai mencari penerimaan. Mereka membutuhkan untuk mencintai dan dicintai. Kekurangan cinta akan membuat kemampuan manusia untuk menjaga hubungan di keluarga, keintiman, dan pertemanan.

Di level ini, manusia akan membentuk kelompok-kelompok yang mempunyai minat yang sama. Mereka membutuhkan tempat di mana mereka dapat diterima. Itu sebabnya banyak sekali club yang berdiri. Bisa itu club mobil, club motor, club pendaki gunung, club buku, club memasak, dll.

Semua orang ingin diterima di dalam kelompoknya atau mereka akan mencari kelompok yang akan menerimanya. Tidak ada manusia yang ingin sendiri.

 

Harga Diri

Harga diri adalah keinginan dasar manusia untuk diterima dan dihargai oleh orang lain. Seringkali orang bergabung ke kegiatan tertentu karena ingin mendapatkan kepuasan. Kepuasan dari memberikan nilai tambah dan kontribusi.

Harga diri level bawah membutuhkan rasa hormat dari orang lain. Ini termasuk membutuhkan jabatan, diakui, prestis, popularitas, dan perhatian.

Harga diri level atas mewujudkan diri dalam self-respect, rasa hormat terhadap diri sendiri. Hal ini membutuhkan kekuatan dari dalam diri sendiri. Harga diri level atas bisa didapat dari kompetensi, menguasai bidang tertentu, kebebasan, dan kepercayaan diri.

Mari kita belajar lebih banyak dari buku dan seminar seumur hidup kita.

 

Aktualisasi Diri

Level ini disebut sebagai puncak pemenuhan apa-yang-dicari-dalam-hidup-affiliate-indonesiadari potensi yang dimiliki oleh seseorang. Maslow menjelaskan bahwa level ini memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai semua hal yang bisa dicapai oleh seseorang. Menjadi seseorang yang paling hebat.

Sebagai contoh: seseorang bisa mempunyai dorongan yang kuat untuk menjadi orang tua yang paling hebat. Atau menjadi guru yang hebat. Atau menjadi pelukis yang hebat.

Maslow menjelaskan bahwa untuk mencapai level ini, seseorang harus menguasai level-level sebelumnya.

 

Apa Hubungannya Dengan Saya?

Semua manusia pasti masuk ke dalam salah satu level yang dijelaskan oleh Maslow. Bagaimana dengan kamu?

Saya masih mengingat ketika saya berjuang di level yang paling bawah. Saya sangat kesulitan untuk mencari makan. Jangankan tempat tinggal, untuk makan saja cukup bingung.

Saya akhirnya memilih untuk “asal” makan. Saya makan di warung-warung yang menyediakan makanan “murah”.

Seiring waktu, saya belajar mengelola keuangan pribadi lebih baik. Kebutuhan dasar saya pun membaik. Saya sudah bisa makan di restoran walaupun hanya sesekali. Pilihan makanan saya sudah membaik. Saya memilih makanan yang lebih bersih dan lebih sehat. Kalau menurut Maslow, saya sudah di level dua.

Bagaimana dengan kamu? Apakah sudah memilih pola makan yang lebih sehat?

Di titik ini pun saya sudah mulai membeli asuransi. Perlindungan terhadap kesehatan dan jiwa merupakan hal pertama yang saya lakukan ketika saya “menginjak” level dua ini.

 

Bagaimana Bisnis Membantu Saya Naik Level?

Titik balik saya adalah ketika saya belajar mempunyai bisnis sendiri. Ya, betul! Untuk kamu bisa naik level di pyramid Maslow, saya sangat menganjurkan kamu mempunyai bisnis sendiri.

Mengapa bisnis?

Karena melalui bisnis kamu akan belajar mengelola keuangan lebih baik. Apa yang dicari dalam hidup akan lebih mudah jika kamu mempunyai keuangan yang mendukung.

Banyak orang yang tidak melewati level paling bawah dari pyramid Maslow karena mereka salah mengelola keuangan. Pendidikan finansial tidak pernah mereka dapatkan.

Sebenarnya kita sudah sering mendengar pepatah “Besar Pasak Daripada Tiang”. Saya curiga banyak orang yang tidak mengerti pepatah tersebut. Atau malah terbawa ke alam bawah sadarnya bahwa dia harus besar pasak daripada tiang. Aduh!

Pepatah tersebut mengajarkan prinsip paling mendasar di bidang keuangan. Jangan menghabiskan uang lebih banyak daripada yang dihasilkan. Kamu harus menyimpan sebagian dari penghasilan kamu.apa-yang-dicari-dalam-hidup-2-affiliate-indonesia

Dengan terjun ke dunia bisnis, kamu akan mengerti lebih jauh mengenai cara mengelola keuangan. Kamu harus menjual barang dengan harga yang pantas tetapi tetap mendapatkan keuntungan. Kamu juga akan belajar memproduksi barang berkualitas dengan biaya seefisien mungkin. Kamu mempelajari bagaimana menghadapi berbagai jenis orang, baik itu karyawan sendiri maupun konsumen kamu. Semua ini akan membantu kamu untuk mencapai puncak tertinggi di pyramid Maslow, Aktualisasi Diri.

 

Bisnis Kan Susah?

Ah, Masa? Kata siapa? Sudahkah kamu mencoba berbisnis? Kalau belum, maukah kamu mencobanya?

Jika kamu mau mencoba berbisnis, saya akan membantu kamu. Terutama jika kamu kesulitan dalam modal awal.

Jangan salah sangka. Saya tidak akan memberikan modalnya. Tetapi saya akan memberikan kamu sebuah peluang usaha tanpa modal.

 

Memangnya Ada Usaha Tanpa Modal? Ya dan tidak.

Tidak. Karena memang semua usaha harus memakai modal. Setidaknya modal tenaga dan waktu. Jangan berpikir bahwa bisnis tidak memakai tenaga dan waktu yang banyak. Kamu harus siap meluangkan banyak waktu dan tenaga untuk mengelola bisnis. Jika kamu memilih untuk duduk manis di cafe sambil minum-minum kopi cantik, maka bisnis memang tidak cocok untuk kamu.

Ya. Karena memang ada peluang usaha yang tidak memerlukan uang di awalnya. Saya siap membantu kamu untuk memulai bisnis online dari rumah. Jangan takut. Saya bahkan telah menyiapkan pelajaran yang akan membimbing kamu langkah demi langkah. Syaratnya gampang: Kamu harus mau meluangkan waktu dan tenaga.

Daftar pelajaran dasar dari saya di sini.

 

Kesimpulan

Apa yang dicari orang dalam hidup ini? Apa yang kamu cari? Mungkin kamu berada di level paling bawah di pyramid Maslow. Kamu membutuhkan penghasilan tambahan dari usaha sampingan.

Atau kamu butuh penghargaan dan pengakuan dari orang-orang di sekitar kamu?

Tidak peduli posisi kamu di pyramid Maslow. Yang harus kamu lakukan adalah memiliki bisnis sendiri yang membuat kamu bisa pindah level. Kamu harus bisa mengaktualisasi diri. Jadikan diri kamu kebanggaan bagi kamu sendiri dan orang-orang yang kamu cintai.

 

Peluang usaha bisnis online, Affiliate Indonesia